Babak penyisihan grup Piala Eropa 2012 digelar di berbagai negara, Rabu, 13 Oktober 2010 dini hari WIB. Sebagian besar tuan rumah berhasil memetik poin penuh dari lawan-lawannya.
Belanda merupakan salah satu tim yang sukses mengamankan tiga poin di hadapan publiknya. Tim Oranye bahkan pesta gol 4-1 saat menjamu tim Swedia pada penyisihan Grup E di Amsterdam Arena dini hari tadi.
Empat gol Belanda dicetak oleh Klaas Jan Huntelaar (2 gol) dan Ibrahim Afellay (2 gol). Sedangkan gol tim tamu dicetak oleh Andreas Granqvist.
Tim lain yang juga berhasil pesta gol adalah Armenia saat menjamu Andorra pada penyisihan Grup B. Dalam duel ini, Armenia berhasil menggunduli tamunya Andorra dengan skor 4-0.
Sementara itu, Inggris akhirnya gagal meraih poin sempurna saat menjamu Montenegro di Stadion Wembley. Lanjutan babak penyisihan Grup G ini berakhir dengan skor kaca mata 0-0.
Di Italia, lanjutan babak penyisihan Grup C terpaksa ditunda. Langkah ini terpaksa ditempuh akibat suasana yang tidak kondusif setelah suporter tim tamu, Serbia berbuat onar di Stadion Luigi Ferraris
.
Italia sampai saat ini masih berada di posisi puncak klasemen sementara Grup C dengan mengantongi 7 poin dari 3 laga. sedangkan Serbia berada di posisi kelima dengan koleksi 4 dari tiga kali laga.
Berikut Hasil Lengkap Penyisihan Piala Eropa 2012
Grup A
Azerbaijan 1 - 0 Turki
Kazakhstan 0 - 3 Jerman
Belgium 4 - 4 Austria
Grup B
Armenia 4 - 0 Andorra
Macedonia 0 - 1 Russia
Slowakia 1 - 1 Irlandia
Grup C
Faroe Islands 1 - 1 Northern Ireland
Estonia 0 - 1 Slovenia
Grup D
Belarus 2 - 0 Albania
Prancis 2 - 0 Luxembourg
Grup E
Filandia 1 - 2 Hongaria
Belanda 4 - 1 Swedia
San Marino 0 - 2 Moldova
Grup F
Latvia 1 - 1 Georgia
Greece 2 - 1 Israel
Grup G
Swiss 4 - 1 Wales
Inggris 0 - 0 Montenegro
Grup H
Denmark 2 - 0 Cyprus
Iceland 1 - 3 Portugal
Grup I
Liechtenstein 0 - 2 Republik Ceko
Skotlandia 2 - 3 Spanyol
Saturday, March 26, 2011
Hasil Kongres PSSI Segera Laporkan Ke FIFA
Hasil keputusan Kongres PSSI yang telah membentuk Komite Pemilihan dan Komite Banding dinilai sah berdasarkan statuta FIFA. Oleh karena itu, hasil tersebut secepatnya akan dilaporkan ke FIFA.
"Hasil sidang ini sah karena keputusan memenuhi korum. Kami secepatnya akan melaporkan hasil kongres tadi malam," kata Sekretaris Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang juga Ketua Umum Sepak Bola Palangkaraya, Tuty Dau, saat dihubungi (27/3/2011).
Sebanyak 78 suara yang menglaim sebagai pemilik sah dari 100 pemilik suara anggota PSSI mengambil alih Kongres PSSI yang digelar di Pekanbaru, Riau, Sabtu (27/3/2011) malam. Dalam sidang mereka menetapkan tujuh anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding. Komite Pemilihan tersebut akan menggelar kongres pemilihan Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, dan anggota Komite Eksekutif PSSI yang diperintahkan FIFA harus digelar sebelum 30 April. Pengambilalihan terjadi setelah terjadi kericuhan menjelang sidang.
"Kami melaksanakan registrasi. Namun, kami tidak diberikan id card dan pintu ditutup. Kami memaksa masuk. Panitia dan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, tidak datang juga. Jelas ini akal-akalan panitia untuk menunda sidang. Kemudian kami menggelar sidang dan hasilnya itu sah," tukas Tuti.
Keputusan lain dalam kongres tersebut adalah pencabutan hukuman Komisi Displin PSSI kepada Arifin Panigoro, Persibo Brojonegoro, Persema Malang, dan PSM Makassar karena terlibat dalam Liga Primer Indonesia (LPI). "Keputusan Komdis itu tidak sesuai aturan. Tidak ada hukuman di dalam FIFA bahwa sesorang dilarang aktif di sepak bola seumur hidup seperti yang diberikan Komdis kepada Arifin. Hukuman kepada Persibo, PSM, dan Persema, juga kita cabut," papar Tuti.
Ketika ditanya apakah akan mengikuti Kongres Pemilihan Ketua Umum yang digelar oleh PSSI, Tuti mengatakan, "Kita jalan terus. Kita akan menggelar pemilihan ketua umum sesuai yang diperintahkan FIFA."
"Hasil sidang ini sah karena keputusan memenuhi korum. Kami secepatnya akan melaporkan hasil kongres tadi malam," kata Sekretaris Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang juga Ketua Umum Sepak Bola Palangkaraya, Tuty Dau, saat dihubungi (27/3/2011).
Sebanyak 78 suara yang menglaim sebagai pemilik sah dari 100 pemilik suara anggota PSSI mengambil alih Kongres PSSI yang digelar di Pekanbaru, Riau, Sabtu (27/3/2011) malam. Dalam sidang mereka menetapkan tujuh anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding. Komite Pemilihan tersebut akan menggelar kongres pemilihan Ketua Umum PSSI, Wakil Ketua Umum PSSI, dan anggota Komite Eksekutif PSSI yang diperintahkan FIFA harus digelar sebelum 30 April. Pengambilalihan terjadi setelah terjadi kericuhan menjelang sidang.
"Kami melaksanakan registrasi. Namun, kami tidak diberikan id card dan pintu ditutup. Kami memaksa masuk. Panitia dan Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, tidak datang juga. Jelas ini akal-akalan panitia untuk menunda sidang. Kemudian kami menggelar sidang dan hasilnya itu sah," tukas Tuti.
Keputusan lain dalam kongres tersebut adalah pencabutan hukuman Komisi Displin PSSI kepada Arifin Panigoro, Persibo Brojonegoro, Persema Malang, dan PSM Makassar karena terlibat dalam Liga Primer Indonesia (LPI). "Keputusan Komdis itu tidak sesuai aturan. Tidak ada hukuman di dalam FIFA bahwa sesorang dilarang aktif di sepak bola seumur hidup seperti yang diberikan Komdis kepada Arifin. Hukuman kepada Persibo, PSM, dan Persema, juga kita cabut," papar Tuti.
Ketika ditanya apakah akan mengikuti Kongres Pemilihan Ketua Umum yang digelar oleh PSSI, Tuti mengatakan, "Kita jalan terus. Kita akan menggelar pemilihan ketua umum sesuai yang diperintahkan FIFA."
Subscribe to:
Posts (Atom)







